Dispepsia - Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
Friday, July 5, 2019
Edit
Pengertian Dispepsia
Dispepsia - Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati - Dispepsia sering disebut penyakit asam lambung atau maag, ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Dispepsia adalah bukan penyakit, melainkan tanda atau gejala dari penyakit pencernaan lain seseorang yang menderita.Gejala dispepsia
orang dengan dispepsia mungkin memiliki satu atau lebih hal berikut:- Merasa penuh dengan cepat saat makan.
- Bengkak dan lelah setelah makan.
- Nyeri pada ulu hati dan nyeri dapat berkisar dari ringan sampai berat.
- Sensasi terbakar di ulu hati. Kadang-kadang rasa terbakar ini mungkin menyebar dari ulu hati ke tenggorokan.
- Mual dan kadang-kadang dapat disertai dengan muntah meskipun hal ini jarang terjadi.
Penyebab dan faktor risiko untuk dispepsia
Dispepsia dapat disebabkan oleh banyak hal. Hal ini sering berhubungan dengan gaya hidup dan dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan minuman atau efek samping obat. contoh:- Makan berlebihan atau makan terlalu cepat
- Makan terlalu berminyak, berlemak dan makanan pedas
- Mengkonsumsi terlalu banyak kafein, alkohol, coklat dan minuman ringan
- rokok
- Kecemasan
- Beberapa antibiotik dan analgesik.
- Gastritis
- Peptikum Bisul
- Penyakit celiac
- batu empedu
- pankreatitis
- keganasan lambung.
Diagnosis Dispepsia
Diagnosis dispepsia itu sendiri cukup diperkuat atas dasar hasil sejarah dan pemeriksaan fisik oleh dokter.penyelidikan lebih lanjut dapat dilakukan jika diduga bahwa dispepsia adalah tanda penyakit pencernaan lain. Pemeriksaan tambahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Laboratorium darah.
- Pemeriksaan pernapasan.
- Tinja.
- USG perut.
- Endoskopi.
- Pemeriksaan imaging (X-ray atau pemindai).
- pencernaan yg terganggu
- Batasi konsumsi makanan yang bisa menyebabkan dispepsia.
- Makan dengan porsi kecil tapi sering dan dianjurkan untuk makan 5 sampai 6 kali sehari.
- Batasi asupan kafein dan alkohol.
- Hindari menggunakan atau mengkonsumsi penghilang rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen. Gunakan obat penghilang rasa sakit yang lebih aman lainnya untuk perut, seperti parasetamol.
- Mengontrol stres dan kecemasan.
- Antasida.
- Inhibitor pompa proton (PPI). Kelas ini obat bisa mengurangi produksi asam lambung.
- Histamin H-2 reseptor (H2RA). Kelas ini obat juga dapat mengurangi produksi asam lambung.
- prokinetic dapat membantu pengosongan lambung.
- Antibiotik, jika terbukti bahwa dispepsia adalah infeksi (H. pylori).
- Antidepresan atau kecemasan juga dapat digunakan untuk meringankan ketidaknyamanan dispepsia dengan mengurangi sensasi rasa sakit yang dirasakan.
- pencegahan dispesia
- Makan dengan porsi kecil, tapi sering. Makanan harus dikunyah perlahan sebelum menelannya.
- Hindari pemicu dispepsia, seperti makan makanan pedas dan berlemak, makanan yang mengandung banyak gas, minuman ringan, kafein, alkohol dan tembakau.
- Menjaga berat badan yang ideal untuk tinggal.
- Berolahraga secara teratur. Olahraga teratur dapat membantu menghilangkan kelebihan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal.
- Mengatasi stres dan kecemasan. Meditasi dan yoga bisa menjadi alternatif untuk mengatasi stres dan kecemasan. Juga pastikan untuk selalu mendapatkan cukup tidur.
- Ganti obat yang dapat mengiritasi lambung oleh obat lain, jika ada. Tapi jika tidak ada, pastikan bahwa obat selalu diambil setelah makan (bukan pada perut kosong).
