Dehidrasi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi
Monday, May 20, 2019
Edit
Apa itu Dehidrasi?
Dehidrasi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi - Dehidrasi terjadi ketika lebih banyak cairan yang hilang daripada yang diterima, dan tubuh anda tidak memiliki cukup air dan cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya. Bila anda tidak mengganti cairan yang hilang, maka anda akan mengalami dehidrasi.
Siapa pun dapat mengalami dehidrasi, tetapi kondisinya sangat berbahaya bagi anak kecil dan orang dewasa. Dehidrasi bisa ringan atau berat. Dehidrasi ringan biasanya dapat dirawat di rumah, sedangkan dehidrasi berat harus dirawat di rumah sakit atau puskesmas terdekat.

Apa Penyebab Dehidrasi?
Tubuh secara teratur kehilangan cairan melalui keringat dan buang air kecil. Jika cairan yang hilang tidak diganti, anda akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi disebabkan oleh segala situasi atau kondisi yang menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada biasanya.
Berikut penyebab dehidrasi:
Berkeringat
Berkeringat adalah bagian dari proses pendinginan alami tubuh. Ketika tubuh menjadi panas, kelenjar keringat menjadi aktif untuk melepaskan kelembaban dari tubuh untuk mendinginkannya. keringat terdiri dari garam dan air. Keringat berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi karena kehilangan banyak cairan.
Penyakit
Penyakit yang menyebabkan muntah atau diare dapat menyebabkan dehidrasi. Ini karena muntah dan diare menyebabkan terlalu banyak kehilangan cairan dari tubuh. Elektrolit penting juga hilang melalui proses ini. Elektrolit adalah mineral yang digunakan tubuh untuk mengontrol otot, kimia darah, dan proses organ. Elektrolit ini ditemukan dalam darah, urin, dan cairan tubuh lainnya. Muntah atau diare dapat merusak fungsi tubuh dan menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke dan koma.
Demam
Jika anda demam, tubuh akan kehilangan cairan melalui permukaan kulit untuk menurunkan suhu tubuh. Sehingga, jika tidak mengganti cairan yang hilang, Anda bisa mengalami dehidrasi.
Buang air kecil
Buang air kecil merupakan cara normal tubuh untuk melepaskan racun dalam tubuh. Beberapa kondisi dapat menyebabkan ketidakseimbangan kimia, yang dapat meningkatkan produksi urin. Jika tidak mengganti cairan yang hilang melalui buang air kecil yang berlebihan, anda berisiko terkena dehidrasi.
Gejala Dehidrasi
Bayi atau anak kecil
- Mulut dan lidah kering
- Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
- Popok tidak basah selama tiga jam
- Mata cekung
- Lesu
Dewasa
- Rasa haus yang berlebihan
- Buang air kecil lebih jarang
- Urin berwarna gelap
- Kelelahan
- Pusing
- Kebingungan
Gejala dehidrasi ringan hingga sedang meliputi:
- kantuk
- mulut kering
- rasa haus meningkat
- penurunan buang air kecil
- produksi air mata lebih sedikit
- kulit kering
- sembelit
- pusing
- pusing
- sakit kepala
Selain gejala dehidrasi ringan, dehidrasi berat kemungkinan menyebabkan hal berikut:
- haus yang berlebihan
- kurangnya produksi keringat
- tekanan darah rendah
- detak jantung yang cepat
- pernapasan cepat
- demam
- mata cekung
- kulit layu
- urin gelap
Cara Mengatasi Dehidrasi
Perawatan untuk dehidrasi meliputi metode rehidrasi, penggantian elektrolit, dan mengobati diare atau muntah, jika diperlukan.
1. Rehidrasi
Metode rehidrasi termasuk penggantian cairan dengan minum atau IV. Minum mungkin tidak memungkinkan bagi orang yang menderita diare atau muntah, sehingga cairan akan diberikan secara intravena. Oleh karena itu, silahkan mengunjungi puskesmas terdekat untuk dilakukan terapy infus/IV oleh dokter atau Tim Medis.
2. Solusi Rehidrasi Buatan di Rumah
Jika anda tidak dapat ke puskesmas atau rumah sakit, Anda dapat membuat solusi rehidrasi sendiri di rumah menggunakan:
- 1/2 sendok teh garam
- 6 sendok teh gula
- 1 liter air
Pastikan Anda menggunakan pengukuran yang akurat. Menggunakan terlalu banyak garam atau gula bisa berbahaya.
komplikasi dehidrasi
Dehidrasi yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti:
- kelelahan otot
- kram otot
- stroke
- kejang karena kehilangan elektrolit
- volume darah rendah (syok hipovolemik)
- gagal ginjal
- koma
Demikian artikel tentang Dehidrasi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi semoga bermanfaat.